Aceh Utara – Senyum bahagia terpancar dari wajah Muhammad Riski (11) dan Abdul Hamid (13) saat menginjakkan kaki di Dayah Raudhatul Huda, Matang Ceubrek, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (18/7/2026).
Hari itu menjadi awal perjalanan baru bagi dua anak asal Desa Matang Ceubrek, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, dalam menuntut ilmu agama demi menggapai masa depan yang lebih baik.
Perjalanan mereka menuju dayah diantarkan langsung oleh Tgk Ambia bersama Abu Khaidir. Kehadiran keduanya menjadi bukti nyata kepedulian terhadap pendidikan anak-anak yatim dan piatu agar tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan agama yang layak meski dihadapkan pada keterbatasan ekonomi.
Muhammad Riski merupakan seorang anak piatu berusia 11 tahun, sedangkan Abdul Hamid yang kini berusia 13 tahun telah kehilangan ayahnya sejak masih bayi. Dengan latar belakang kehidupan yang penuh ujian, keduanya kini mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan dayah yang dikenal membina anak-anak yatim, piatu, dan fakir miskin secara cuma-cuma.
Setibanya di Dayah Raudhatul Huda, rombongan disambut hangat oleh pimpinan dayah, Tgk Muhammad Dian (Abi Dian). Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak saat proses penerimaan kedua calon santri tersebut. Bagi Tgk Ambia, sambutan yang diberikan menjadi penguat keyakinan bahwa kedua anak itu berada di tempat yang tepat untuk menuntut ilmu dan membentuk akhlak mulia.
Dayah Raudhatul Huda selama ini dikenal memiliki komitmen besar dalam membina generasi Islam. Saat ini, lembaga pendidikan tersebut menampung sekitar 200 santri yang terdiri atas anak yatim, piatu, dan fakir miskin dari berbagai daerah di Aceh. Seluruh kebutuhan pendidikan, tempat tinggal, konsumsi, hingga pembinaan santri diberikan secara gratis melalui dukungan para donatur dari dalam maupun luar negeri yang terus mempercayakan infaknya kepada dayah tersebut.
Bagi banyak keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi, keberadaan Dayah Raudhatul Huda menjadi secercah harapan. Tidak hanya memberikan pendidikan agama, dayah juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta membekali para santri agar kelak menjadi pribadi yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Tgk Ambia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Abi Dian beserta seluruh keluarga besar Dayah Raudhatul Huda yang telah menerima Muhammad Riski dan Abdul Hamid dengan penuh kasih sayang.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Abi Dian yang telah menerima kedua anak ini dengan sangat baik. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan Abi Dian, para ustaz, para donatur, dan seluruh pihak yang telah mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak yatim, piatu, dan fakir miskin,” ujar Tgk Ambia.
Ia berharap kesempatan yang diperoleh Muhammad Riski dan Abdul Hamid menjadi titik awal perubahan dalam kehidupan mereka.
“Semoga mereka menjadi anak-anak yang saleh, tekun menuntut ilmu, berbakti kepada orang tua, serta kelak mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh untuk kemaslahatan umat dan masyarakat,” harapnya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa masih banyak tangan-tangan yang tulus membantu anak-anak yang kehilangan orang tua agar tetap memiliki harapan dan masa depan. Kepedulian Tgk Ambia, Abu Khaidir, Abi Dian, serta para donatur telah membuka jalan bagi dua anak tersebut untuk mengejar cita-cita melalui pendidikan agama.
Semoga langkah kecil yang dimulai pada hari ini menjadi awal lahirnya generasi Qurani yang berakhlak mulia, berilmu, dan mampu menjadi penerang bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa di masa mendatang

