Lhoksukon – Kepedulian terhadap dunia pendidikan pascabencana banjir yang melanda Kecamatan Langkahan mendorong Kapolsek Langkahan, IPDA Irvan, S.H., melakukan kegiatan silaturahmi ke sejumlah sekolah di wilayah tugasnya. Selasa 14 Juli 2026.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi para siswa sekaligus mendata sekolah-sekolah yang masih memiliki murid yang belum memiliki seragam sekolah dan perlengkapan belajar yang memadai akibat dampak bencana banjir.
Dari hasil kunjungan tersebut, masih ditemukan sejumlah siswa yang mengalami keterbatasan ekonomi dan belum memiliki seragam sekolah yang layak. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi Kapolsek Langkahan yang baru sekitar satu bulan menjabat
Sebagai bentuk kepedulian sosial, IPDA Irvan menggagas Gerakan Berbagi 10 Ribu, sebuah gerakan kemanusiaan yang bertujuan untuk membantu anak-anak sekolah yang membutuhkan. Melalui program ini, nantinya siswa yang terdata akan menerima bantuan berupa seragam sekolah, tas, alat tulis, serta berbagai perlengkapan pendidikan lainnya.
Menurut IPDA Irvan, kondisi masyarakat pascabanjir masih memerlukan perhatian dan uluran tangan dari berbagai pihak. Banyak keluarga yang hingga kini masih berjuang memulihkan kondisi ekonomi mereka setelah terdampak bencana.
“Melihat langsung kondisi anak-anak yang masih bersekolah tanpa seragam yang layak membuat hati saya tersentuh. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan kesempatan belajar yang sama. Melalui Gerakan Berbagi 10 Ribu ini, kami berharap dapat meringankan beban orang tua dan memberikan semangat baru bagi anak-anak untuk terus bersekolah,” ujar IPDA Irvan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi masa depan yang harus mendapat perhatian bersama. Karena itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan sekolah, masyarakat, dan para dermawan agar program tersebut dapat menjangkau lebih banyak siswa yang membutuhkan.
Gerakan ini juga mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan masyarakat. Mereka menilai langkah yang dilakukan Kapolsek Langkahan merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan dan masa depan anak-anak di wilayah yang masih berupaya bangkit dari dampak banjir.
IPDA Irvan berharap tidak ada lagi anak-anak di Kecamatan Langkahan yang terhambat dalam menempuh pendidikan hanya karena keterbatasan seragam atau perlengkapan sekolah.
“Saya ingin anak-anak di Kecamatan Langkahan bisa lebih maju, berkembang, dan meraih cita-cita mereka tanpa terkendala oleh keterbatasan ekonomi maupun dampak bencana. Mereka adalah harapan bangsa yang harus kita jaga dan dukung bersama,” tutupnya.
Melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial, Gerakan Berbagi 10 Ribu diharapkan menjadi secercah harapan bagi anak-anak korban terdampak banjir, sekaligus membuktikan bahwa kepedulian bersama mampu membantu mewujudkan masa depan pendidikan yang lebih baik di Kecamatan Langkahan.

