ACEH UTARA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara dari Fraksi Partai Nanggroe Aceh (PNA), Mudirsyah Robert, merealisasikan komitmennya dalam memperjuangkan hajat hidup petani. Melalui program Pokok-Pikiran (Pokir) tahun anggaran ini, politisi PNA tersebut memfasilitasi normalisasi saluran sekunder irigasi yang mengaliri areal persawahan sejauh 2,5 Kilo Meter di lima gampong (desa) dalam wilayah Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara. Selasa (09/06/2026)
Langkah taktis ini diambil sebagai jawaban langsung atas keluhan menahun para petani setempat yang kerap kesulitan mendapatkan pasokan air yang optimal, terutama saat memasuki musim tanam. Lima gampong yang menjadi sasaran utama program normalisasi ini meliputi Gampong Rayek Nalueng, Pante B, Jeumpa B, Tuengoeh B, dan Gampong Matang Ben.
Selama beberapa tahun terakhir, kondisi saluran sekunder di kawasan tersebut mengalami pendangkalan serius akibat sedimentasi lumpur dan pertumbuhan gulma yang tidak terkendali. Akibatnya, debit air dari sumber utama mengecil sebelum mencapai hilir, yang memicu potensi gagal tanam atau penurunan kualitas hasil panen warga.
Realisasi pengerukan dan pembersihan saluran irigasi ini disambut dengan rasa syukur dan sukacita oleh perangkat desa serta ratusan petani setempat. Geuchik Gampong Matang Ben, Amri, mewakili masyarakat dari lima gampong tersebut, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian nyata yang ditunjukkan oleh Mudirsyah Robert.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Mudirsyah Robert atas perhatiannya yang luar biasa. Normalisasi saluran sekunder ini sudah lama kami dambakan, dan alhamdulillah hari ini terwujud berkat dana Pokir beliau. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami yang mayoritasnya menggantungkan hidup dari bertani sawah,” ujar Amri dengan nada penuh syukur.
Amri menambahkan bahwa lancarnya arus air irigasi pasca-normalisasi ini langsung membawa dampak positif yang signifikan. Petani yang berada di ujung saluran kini tidak perlu lagi mengantre berhari-hari atau menggunakan pompa air tambahan hanya untuk mengairi sawah mereka.
Sektor Pertanian Sebagai Prioritas Utama
Ditemui secara terpisah, Mudirsyah Robert menegaskan bahwa penempatan alokasi dana Pokir untuk sektor pengairan ini bukan tanpa alasan. Bagi dirinya, sektor pertanian adalah urat nadi perekonomian masyarakat di Kabupaten Aceh Utara, khususnya di wilayah Kecamatan Tanah Luas.
“Infrastruktur pertanian, terutama saluran irigasi, adalah kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Ketika masyarakat menyampaikan aspirasi ini reses lalu, saya berkomitmen penuh untuk mengawalnya agar bisa masuk dalam prioritas pembangunan melalui Pokir saya,” ungkap Robert.
Politisi Fraksi PNA ini juga berharap, dengan selesainya normalisasi saluran sekunder ini, indeks pertanaman (IP) di kawasan tersebut dapat meningkat secara berkelanjutan.
“Kita ingin melihat para petani kita bisa tersenyum saat musim panen tiba. Tugas kami di parlemen adalah memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran daerah benar-benar kembali dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat di tingkat gampong,” pungkasnya.
Saat ini, pengerjaan fisik berupa pengerukan sedimen dan pembersihan hambatan aliran di sepanjang saluran sekunder tersebut hampir rampung total. Saluran kini telah berfungsi normal dan siap mendukung produktivitas padi masyarakat secara maksimal pada musim tanam kali ini.

