Aceh Utara — Misbahul Munir, ST., MM., atau yang akrab disapa Rahul, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Nanggroe Aceh (DPP PNA) periode 2026–2031.
Rahul terpilih dalam Kongres II PNA yang digelar di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Minggu, 9 Agustus 2026. Dalam kongres tersebut, Misbahul Munir menjadi calon tunggal dan kemudian ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP PNA untuk masa kepemimpinan lima tahun mendatang.
Pelaksanaan Kongres II PNA dipimpin oleh Ketua Pelaksana Kongres, Tgk. Nurdin Ramli. Kongres tersebut menjadi momentum penting bagi PNA untuk melakukan konsolidasi internal sekaligus menentukan arah dan langkah politik partai dalam menghadapi dinamika Aceh ke depan.
Atas terpilihnya Misbahul Munir, Mudirsyah Robert menyampaikan ucapan selamat dan berharap kepemimpinan baru tersebut dapat membawa PNA semakin maju, solid, serta mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.
“Selamat kepada Saudara Misbahul Munir atau Rahul atas terpilihnya sebagai Ketua Umum DPP PNA periode 2026–2031. Semoga diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah serta mampu membawa PNA semakin solid,” ujar Mudirsyah Robert.
Ia juga berharap seluruh kader dan jajaran pengurus PNA dapat menjaga kekompakan serta mengedepankan kepentingan masyarakat Aceh. Menurutnya, soliditas internal menjadi modal penting bagi PNA untuk menjalankan peran politik dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Mudirsyah Robert menekankan pentingnya PNA membangun sinergi dengan Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Pusat. Menurutnya, partai politik tidak hanya memiliki fungsi dalam kontestasi politik, tetapi juga mempunyai tanggung jawab untuk ikut mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga PNA tetap solid dan selalu mendukung pemerintah provinsi serta pemerintah pusat dalam memajukan Aceh. Kita berharap kepentingan rakyat dan kemajuan Aceh menjadi tujuan bersama,” katanya.
Ia berharap kepemimpinan Misbahul Munir dapat menjadi energi baru bagi PNA dalam memperkuat konsolidasi organisasi di seluruh Aceh. Selain itu, kepengurusan baru diharapkan mampu merangkul seluruh elemen partai dan membuka ruang yang lebih luas bagi kader untuk berkontribusi.
Menurutnya, dinamika politik merupakan bagian dari proses demokrasi. Namun, setelah seluruh tahapan kongres selesai, seluruh kader diharapkan dapat kembali memperkuat persatuan dan bersama-sama menjalankan roda organisasi.
“Yang paling penting setelah kongres adalah bagaimana kita menjaga persatuan dan kekompakan. PNA harus mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi Aceh, baik melalui jalur politik maupun melalui kerja-kerja sosial dan pembangunan,” ujarnya.
Terpilihnya Misbahul Munir sebagai Ketua Umum DPP PNA periode 2026–2031 diharapkan menjadi awal bagi penguatan organisasi dan konsolidasi politik PNA di masa mendatang.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, PNA diharapkan semakin mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat Aceh, menjaga komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta mengambil bagian dalam mendukung berbagai kebijakan yang berdampak positif bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

