Aceh Utara— Kepedulian terhadap warga Aceh yang mengalami musibah kembali ditunjukkan oleh Senator Aceh Azhari Cage. Ia rela menggunakan dana pribadi sebesar Rp10 juta untuk membantu proses pemulangan jenazah Fakhrizal (30), warga Geurugok, Kabupaten Bireuen, yang meninggal dunia di Bekasi.
Bantuan tersebut diberikan setelah Azhari Cage menerima informasi terkait musibah yang menimpa Fakhrizal dari beberapa pihak, yakni Wakil Ketua Kerukunan Masyarakat Aceh Jakarta atau Taman Iskandar Muda Muhammad Rizal, ayah almarhum, serta Ketua Harian PAN Aceh Utara Muhammad Safri.
Mendapat laporan tersebut, Azhari Cage langsung bergerak melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses pemulangan jenazah dapat berjalan lancar hingga tiba di tanah kelahiran. Koordinasi dilakukan bersama keluarga almarhum dan pihak terkait agar seluruh kebutuhan administrasi maupun transportasi dapat segera dipenuhi.
“Begitu mendapat informasi tentang musibah yang dialami warga Aceh di perantauan, kami berupaya membantu agar jenazah dapat segera dipulangkan dan keluarga bisa melaksanakan proses pemakaman dengan layak,” ujar Azhari Cage.
Dalam proses pemulangan tersebut, total biaya yang dibutuhkan mencapai Rp18 juta. Dari jumlah tersebut, Azhari Cage menanggung Rp10 juta menggunakan dana pribadinya, sementara Rp8 juta lainnya dipenuhi oleh pihak keluarga almarhum.
Biaya tersebut digunakan untuk kebutuhan pemulangan jenazah dari Jakarta menuju Bandara Kualanamu, Medan, sebesar Rp8 juta, serta biaya ambulans dari Medan menuju Aceh sebesar Rp2 juta.
Bagi keluarga Fakhrizal, bantuan tersebut sangat berarti di tengah suasana duka yang mereka alami. Keluarga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Azhari Cage yang telah memberikan perhatian serta membantu meringankan beban mereka dalam proses pemulangan jenazah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Azhari Cage atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Di saat kami sedang berduka dan membutuhkan bantuan, beliau hadir membantu proses pemulangan jenazah keluarga kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan beliau,” kata perwakilan keluarga.
Azhari Cage menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat Aceh, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan, merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Menurutnya, setiap warga Aceh yang mengalami musibah harus mendapatkan perhatian dan dukungan dari sesama.
“Musibah yang dialami oleh satu warga Aceh adalah duka kita bersama. Selama masih mampu membantu, kita harus hadir memberikan dukungan, terutama bagi keluarga yang sedang mengalami kehilangan,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa solidaritas masyarakat Aceh di perantauan tetap kuat. Kepedulian dan kebersamaan menjadi kekuatan bagi warga Aceh, terutama ketika ada saudara yang membutuhkan bantuan dalam kondisi sulit.

