10 Maret 2026

Search

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Targetkan Hunian Korban Banjir Rampung Sebelum Lebaran

infoacehutara.id – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. yang akrab disapa Ayah Wa memaparkan progres signifikan dalam pemulihan pasca-bencana banjir besar yang melanda wilayah “Bumi Pase” pada November 2025 lalu. Hal tersebut disampaikan dalam diskusi khusus bersama Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon di sebuah kafe di Aceh Utara, Sabtu (07/03).

Dalam pertemuan santai menjelang buka puasa tersebut, Ayah Wa menguraikan berbagai kebijakan strategis untuk mempercepat pemulihan di 25 kecamatan terdampak

Dampak “Viral” dan Perhatian Pusat
Ayah Wa mengakui bahwa atensi Pemerintah Pusat terhadap Aceh Utara saat ini sangat besar. Ia berkelakar bahwa fenomena viralnya “Payung” membawa berkah tersendiri bagi percepatan bantuan.

“Hampir semua menteri dan pejabat pusat telah turun langsung ke Aceh Utara, menjangkau daerah terdampak parah hingga yang terisolir. Ini tidak terlepas dari viralnya ‘Payung’ di media sosial,” ujar Ayah Wa disambut tawa hangat para jurnalis.

Progres Pembangunan Hunian (Huntara & Huntap)
Fokus utama Pemkab saat ini adalah memastikan warga terdampak memiliki tempat tinggal yang layak sebelum hari raya. Berikut adalah rincian capaiannya:

Hunian Sementara (Huntara): Telah rampung 82% dari total target 4.500 unit. Target penyelesaian total dipatok sebelum Idul Fitri.

Hunian Tetap (Huntap): Sebanyak 1.000 unit dalam proses pembangunan.

Bantuan Khusus: Sebanyak 103 unit Huntap bantuan dari Menkopolhukam telah memasuki tahap akhir dan siap diresmikan dalam waktu dekat.

Akselerasi Dana Stimulan Rumah Rusak Ringan
Selain hunian fisik, Pemkab Aceh Utara tengah memvalidasi data kerusakan kategori ringan. Ayah Wa menginstruksikan para Camat dan Keuchik (Kepala Desa) untuk bergerak cepat agar bantuan dana stimulan bisa cair sebelum Lebaran.

“Kami meminta pendataan segera dirampungkan. Instruksi kami jelas: rumah yang terdampak lumpur lebih dari 20 cm dapat dikategorikan sebagai rusak ringan agar mendapatkan bantuan,” tegasnya.

Perhatian untuk “KK Gantung”
Menutup diskusi, Ayah Wa menekankan pentingnya validasi data bagi Kepala Keluarga (KK) gantung—pasangan yang sudah berkeluarga namun masih menumpang atau belum memiliki administrasi rumah mandiri—yang rumahnya rusak berat. Ia memastikan kelompok ini tetap menjadi prioritas untuk mendapatkan usulan bantuan Huntap.

“Kita ingin memastikan tidak ada warga yang terlewat. Semua yang berhak harus terdata dengan akurat agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi ini tepat sasaran,” pungkasnya