ACEH UTARA – Kapolsek Langkahan Ipda Irvan, memberikan apresiasi terhadap langkah Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., MM atau Ayahwa, dalam memperkuat penanganan masyarakat yang mengalami Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Apresiasi tersebut disampaikan Ipda Irvan, atas perhatian pemerintah daerah terhadap persoalan kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.Senin, (28/9/2026).
Instruksi Ayahwa kepada Mawardi alias Barona Raja untuk turut membantu menangani persoalan ODGJ di Aceh Utara merupakan langkah yang positif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. ujar Irvan
“Menurut saya, ini sebuah kebijakan yang positif. Kehadiran Barona Raja di lapangan sangat membantu masyarakat, terutama dalam menghubungkan keluarga pasien dengan pihak puskesmas, petugas kesehatan, pihak keamanan maupun rumah sakit,
Persoalan ODGJ tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak. Dibutuhkan koordinasi antara keluarga, pemerintah gampong, puskesmas, petugas kesehatan jiwa, aparat keamanan hingga rumah sakit agar pasien dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.
Dalam konteks tersebut, Barona Raja dinilai berperan sebagai penghubung di lapangan. Ia membantu membangun komunikasi dengan berbagai pihak sekaligus mendampingi proses administrasi dan rujukan pasien ODGJ agar dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan.
“Ini bukan hanya persoalan membawa pasien ke rumah sakit. Ada proses komunikasi, koordinasi dan administrasi yang harus dilakukan. Kehadiran orang yang membantu menghubungkan semua pihak tentu sangat berarti bagi keluarga pasien,” katanya.
Irvan juga menilai perhatian Ayahwa terhadap kesehatan masyarakat tidak hanya diarahkan pada kesehatan fisik, tetapi mulai memberi perhatian terhadap kesehatan jiwa yang selama ini juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, persoalan kesehatan jiwa membutuhkan kepedulian bersama. Tidak sedikit keluarga yang menghadapi kesulitan ketika harus menangani anggota keluarganya yang mengalami gangguan kejiwaan, terutama ketika membutuhkan rujukan dan penanganan lebih lanjut.
Ia berharap langkah yang telah berjalan tersebut dapat terus dipertahankan dan diperkuat melalui koordinasi lintas sektor.
“Harapan kita, langkah ini terus berjalan dengan baik dan tidak berhenti. Semoga ikhtiar ini benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan umat dan seluruh masyarakat Aceh Utara,” ujar Irvan.
Ia menambahkan, perhatian terhadap ODGJ juga merupakan bagian dari upaya menjaga martabat dan kemanusiaan masyarakat. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara persuasif, terkoordinasi dan mengedepankan akses terhadap pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi dorongan agar kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, keluarga pasien, aparat keamanan dan masyarakat semakin kuat dalam memberikan perlindungan serta pelayanan bagi warga yang membutuhkan.
