7 Januari 2026

Search

Hampir Dua Bulan Pasca Banjir Lumpur, Warga Alue Geudong Masih Mengungsi dan Terancam Teror Ular Berbisa

ACEH UTARA – Hampir Dua bulan sudah berlalu sejak banjir lumpur menerjang Desa Alue Geudong, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Namun hingga awal tahun 2026 ini, duka warga belum juga usai. Puluhan jiwa dilaporkan masih bertahan di pengungsian meunasah desa karena rumah mereka masih terkubur lumpur dan kini dihantui teror ular berbisa. (05/01/2026)

Berdasarkan pantauan di lapangan, akses jalan penghubung antar desa masih sulit dilalui secara normal. Kondisi pemukiman yang kotor dan lembap pasca-banjir menciptakan masalah baru yang mengancam nyawa warga yang ingin mencoba kembali ke rumah.

Hendra, salah satu warga terdampak, menuturkan bahwa trauma warga semakin bertambah bukan hanya karena kehilangan harta benda, melainkan karena ancaman hewan liar.

“Di dalam rumah banyak masuk ular, termasuk jenis kobra dan ular berbisa lainnya. Kami jadi semakin takut, terutama pada malam hari karena ular biasanya keluar saat gelap dan kondisi penerangan di sini sangat minim,” ujar Hendra dengan nada khawatir.

Kehadiran ular-ular predator ini membuat warga yang berniat membersihkan sisa-sisa lumpur di rumah mereka terpaksa mengurungkan niat demi keselamatan.

Anggota DPRK Aceh Utara, Zulkifli atau yang akrab disapa Joel Panton, menyebut kondisi para pengungsi saat ini sangat memprihatinkan. Ia menyoroti lambatnya penanganan pemulihan infrastruktur dasar dan logistik.

“Sudah hampir dua bulan warga bertahan di meunasah. Selain air bersih yang belum terpenuhi secara layak, lingkungan pemukiman juga belum aman dari gangguan hewan berbisa,” kata Joel Panton saat meninjau lokasi.

Lebih lanjut, politisi ini memperingatkan adanya potensi krisis ekonomi yang berkepanjangan. Banjir lumpur telah merusak ribuan hektar lahan persawahan warga, sehingga dipastikan petani tidak bisa turun ke sawah pada musim ini.

“Ribuan hektar lahan pertanian tidak dapat ditanami padi. Ini ancaman serius bagi ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Baktiya,” tambahnya.

Masyarakat Alue Geudong kini hanya bisa berharap adanya tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara maupun instansi terkait. Warga mendesak empat hal utama segera dilakukan,Pengerahan alat berat untuk membersihkan material lumpur di rumah dan jalan,Penyediaan air bersih untuk kebutuhan konsumsi harian,Bantuan penerangan dan penanganan gangguan hewan liar (ular) Dan Solusi bagi lahan pertanian yang rusak total.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan di meunasah dengan fasilitas seadanya sambil menunggu kepastian kapan lingkungan mereka bisa kembali aman untuk dihuni.