10 Maret 2026

Search

Bupati Aceh Utara Paparkan Progres Penanganan Pascabanjir, Huntara Capai 80 Persen

infoacehutara.id –

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menggelar jumpa pers di Ruang Operasional (Op Room) Kantor Bupati di Landing, Kecamatan Lhoksukon, Senin (16/2/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayah WA. Ia didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., Asisten III Bidang Administrasi Umum Dayan Albar, S.Sos., M.A.P., Sekretaris Dinas Kominfosan Aceh Utara Hamdani, S.Ag., M.Sos., serta Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Tgk. Muntasir Ramli.

Dalam paparannya di hadapan para jurnalis, Bupati menyampaikan sejumlah perkembangan penanganan pascabanjir, termasuk rencana pembagian daging meugang kepada korban banjir di seluruh gampong terdampak di Kabupaten Aceh Utara. Pembagian tersebut akan disesuaikan dengan jumlah penduduk di masing-masing desa.

Selain itu, pemerintah daerah juga memaparkan progres penyaluran dana kompensasi bagi warga terdampak. Untuk menjamin transparansi, daftar nama penerima akan ditempel di setiap meunasah agar dapat diperiksa langsung oleh masyarakat. Apabila ditemukan ketidaksesuaian, warga diberi kesempatan menyampaikan keberatan melalui kepala desa setempat.

“Alhamdulillah, hingga saat ini pembangunan hunian sementara (huntara) telah mencapai hampir 80 persen dari total 4.490 unit yang direncanakan. Sementara untuk jembatan yang putus akibat banjir sebanyak 19 unit, dan seluruhnya telah diajukan untuk penanganan,” ujar Ayah WA.

Dukungan pembangunan rumah hunian tetap bagi warga terdampak juga datang dari berbagai pihak, antara lain Sebanyak 500 unit rumah dibangun oleh Tzuchi Buddha, 100 unit oleh Rumah Zakat, 104 dari Menkopolhukam serta 50 unit bantuan dari Kapolri.

Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya mencari tambahan dukungan guna memenuhi kebutuhan hunian bagi korban banjir lainnya.

Di sektor pertanian, Pemkab Aceh Utara telah mengirimkan data kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera I terkait kebutuhan pembersihan lumpur di area persawahan warga agar aktivitas pertanian dapat segera kembali berjalan normal.

Bupati juga menyampaikan bahwa dalam dua pekan ke depan pintu bendungan direncanakan dibuka untuk mengalirkan air ke sawah-sawah masyarakat sebagai bagian dari percepatan pemulihan sektor pertanian.

Menutup kegiatan, Ayah WA menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, unsur Forkopimda, relawan, serta seluruh masyarakat yang terlibat dalam upaya penanganan dan zspemulihan pascabanjir.

“Kita harus terus bekerja bersama sesuai dengan semangat dan moto kita, Aceh Utara Bangkit,” ujarnya.