ACEH UTARA – Perjuangan berat harus ditempuh Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), bersama Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, saat meninjau korban bencana di Kecamatan Sawang, Senin (12/01/2026) malam. Setelah melihat kondisi Dusun Lhok Pungki yang hilang, rombongan terpaksa menggunakan rakit untuk mencapai titik pengungsian di Riseh Tunong.
Langkah ekstrem ini harus dilakukan karena akses utama berupa jembatan yang menghubungkan wilayah tersebut telah putus total diterjang banjir bandang pada 26 November 2025 lalu. Di tengah kegelapan malam, Gubernur dan Wakil Bupati menyeberangi jalur sungai yang arusnya masih cukup menantang demi bertemu langsung dengan warga yang terisolasi.
Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, mengungkapkan bahwa perjalanan menggunakan rakit ini adalah gambaran nyata kesulitan yang dihadapi masyarakat setiap hari sejak bencana terjadi. Kepada Gubernur, ia menegaskan bahwa ketiadaan jembatan menjadi penghambat utama penyaluran bantuan dan pemulihan ekonomi warga.
“Malam ini kita saksikan bersama, bahkan seorang Gubernur harus naik rakit untuk sampai ke Riseh Tunong karena jembatan kita sudah tidak ada lagi. Kami memohon dengan sangat kepada Bapak Gubernur agar pembangunan kembali infrastruktur ini menjadi prioritas utama. Masyarakat sudah terlalu lama menderita akibat akses yang putus,” tegas Tarmizi Panyang.
Mendatangi Pengungsi di Riseh Tunong
Setibanya di lokasi pengungsian Riseh Tunong setelah menyeberangi sungai, rombongan yang juga didampingi oleh Anggota DPRA Bunda Salma, langsung berdialog dengan para penyintas. Kehadiran Mualem di tengah malam tersebut menjadi penyemangat bagi warga yang rumahnya hancur akibat banjir bandang dan longsor.
Wabup berharap, pengalaman langsung Gubernur merasakan sulitnya akses menuju Riseh Tunong dapat mempercepat turunnya anggaran darurat untuk perbaikan permanen. “Kami ingin perbaikan dilakukan secara langsung, tidak sekadar janji, karena ini menyangkut urat nadi kehidupan masyarakat Sawang,” tambahnya.

